Tuesday, 6 March 2007

Untuk Kesekian Kali

Setelah menelan ludah dan mengusap peluh, sehabis menenangkan hati dan mencoba untuk beranjak pergi, mencoba mengingat-ingat rasa itu, sakit itu, tawa itu, semua yang memberikanku alasan untuk bertahan, sekaligus semua yang menggodaku untuk kembali.. ku terhenti.

Coba resapi rasa penuh di kepala, di hati. Mencoba bertanya apa kali ini adalah sebuah jawaban? Atau hanya sekali lagi dongeng masa kecil di awal, dan selanjutnya tantangan untuk hati yang melemah ini? Aku lelah bermain. Bosan mengira-ngira. Aku ingin melompat dan berlari, untuk terakhir kali.. tanpa berhenti. Aku menghela nafas.

Perlahan semua yang tadinya samar terkenang, mulai menyata, mewarna, mengental. Dan sebelum sempat ku sadari, mereka sudah disini. Betapa aku takut. Takut melayang tinggi hanya untuk jatuh lagi. Takut mengaduh dan meluka. Takut kehilangan. Takut menangis. Takut akan rasa itu, yang menekan dada sampai sesak rasanya.
Aku takut cinta.

...

Ironis. Karena cinta pun sudah lama kembali.

Gundah

Pekat
Malam mulai menggeliat
Tak ada sedikitpun cahaya
Dari jauh di atas sana
Dan di bawah sini
Waktu terdiam dalam perasaan tak menentu.