Kita tertawa. Tanpa henti.
Lalu ingin menangis karena lelah, tapi tak bisa berhenti.
Sudah lewat saatnya tidur. Tapi tak bisa tidur.
"Ingin menangis bersama rasanya, sampai lupa rasanya tidur" katanya.
Aku mengangguk.
Tapi lalu kita tertawa.
Tak berhenti sampai kelelahan sendiri.
Haha, aku sudah bisa terlelap.
Kimia jahanam perusak sistem segala,
terbakarlah kau di neraka.
Ya, ya. Memang manusia itu cepat lupa.
Beri aku dua hari dan semua terulang kembali.
(Bbk: Ku kan merindukan saat-saat ini.)
Sunday, 8 April 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment